Jumat, 08 April 2016

Perbedaan Budaya Indonesia dengan China

PERBEDAAN BUDAYA INDONESIA DENGAN CHINA
BUDAYA INDONESIA
Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Kebudayaan nasional
Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
“ Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak - Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bagi Masyarakat Pendukungnya, Semarang: P&K, 199 ”.
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningratdapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama. Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”. Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang. Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia,sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan bangsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan mengalami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.

TARIAN
Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asiabahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri; Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah. Untuk keperluan penggolongan, seni tari di Indonesia dapat digolongkan ke dalam berbagai kategori. Dalam kategori sejarah, seni tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah, eraHindu-Buddha, dan era Islam. Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok, tari keraton (tari istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer.
MUSIK
Identitas musik Indonesia mulai terbentuk ketika budaya Zaman Perunggu bermigrasi ke Nusantara pada abad ketiga dan kedua Sebelum Masehi. Musik-musik suku tradisional Indonesia umumnya menggunakan instrumen perkusi, terutama gendang dan gong. Beberapa berkembang menjadi musik yang rumit dan berbeda-beda, seperti alat musik petik sasando dari Pulau Rote, angklung dari Jawa Barat, dan musik orkestra gamelan yang kompleks dari Jawa dan BaliMusik di Indonesia sangat beragam dikarenakan oleh suku-suku di Indonesia yang bermacam-macam, sehingga boleh dikatakan seluruh 17.508 pulaunya memiliki budaya dan seninya sendiri. Indonesia memiliki ribuan jenis musik, kadang-kadang diikuti dengan tarian dan pentas. Musik tradisional yang paling banyak digemari adalahgamelan, angklung dan keroncong, sementara musik modern adalah pop dan dangdut. Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname. Lagu kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, namun statusnya hanya bersifat kedaerahan saja. Lagu kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti Manuk Dadali dari Jawa Barat dan Rasa Sayangedari Maluku. Selain lagu daerah, Indonesia juga memiliki beberapa lagu nasional atau lagu patriotik yang dijadikan sebagai lagu penyemangat bagi para pejuang pada masa perang kemerdekaan. Perbedaan antara lagu kebangsaan dengan lagu patriotik adalah bahwa lagu kebangsaan ditetapkan secara resmi menjadi simbol suatu bangsa. Selain itu, lagu kebangsaan biasanya merupakan satu-satunya lagu resmi suatu negara atau daerah yang menjadi ciri khasnya. Lagu Kebangsaan Indonesia adalah Indonesia Rayayang diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman.

SENI
Seni Gambar
·                     Jawa: Wayang
·                     Sumatera Utara: Tortor
Seni Patung
·                     Jawa: Patung Buto
·                     Bali: Garuda Wisnu Kencana
·                     Papua: Asmat
Seni Suara
·                     Jawa: Sinden
·                     Sumatera Utara: Talibun
·                     Gorontalo: Dikili
Seni Sastra
Sastra Indonesia adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut. Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satuturunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura.
MAKANAN
Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi berasal dari kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau dan memegang tempat penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit,kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan dan tradisi-adat yang terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang berasal seperti dari India,Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa. Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal "masakan Indonesia", tetapi lebih kepada, keanekaragaman masakan regional yang dipengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing. Sebagai contoh, beras yang diolah menjadi nasi putih, ketupat atau lontong (beras yang dikukus) sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia namum untuk bagian timur lebih umum dipergunakan juga jagung, sagu,singkong, dan ubi jalar. Bentuk lanskap penyajiannya umumnya disajikan di sebagian besar makanan Indonesia berupa makanan pokok dengan lauk-pauk berupa daging, ikan atau sayur disisi piring.

BUDAYA CHINA
Budaya China (bahasa Tionghoa: 中国文化; Hanzi tradisional: 中國文化; bahasa Tionghoa:Zhōngguó wénhuà) adalah satu dari budaya paling tua dan kompleks di dunia . Wilayah penyebaran dominan budaya ini meliputi daerah geografis yang luas dengan kebiasaan dan tradisi yang sangat bervariasi antara kota dan provinsi di China.
TARIAN TRADISIONAL CINA
Tarian Tradisional China atau secara singkat Tarian China (Hanzi sederhana: 中国传统舞蹈): adalah kumpulan tarian dari negeri China yang awalnya adalah ritual pemujaan dan penghormatanDewa Mitologi Cina seperti tercatat pada Sejarah Musim Semi dan Gugur oleh Tuan Lu oleh Lu Buwei. Tujuan keagamaan itu kemudian berkembang menjadi bentuk hiburan dalam bentuk sekelompok wanita yang menghibur tamu pada acara jamuan kenegaraan dan akhirnya menjadi bentuknya yang sekarang.China adalah negara dengan banyak ragam budaya yang memiliki 56suku. Setiap suku memiliki kebudayaan dan tarian masing-masing.Tarian Tradisional Cina menggabungkan semua elemen dari tarian masing-masing etnik, Opera Cina, Kungfu dan opera rakyat. Hasilnya adalah apa yang kita sekarang kenal dengan Tarian Tradisional China yang sudah melewati pengembangan dan peremajaan lebih dari ratusan tahun. Beberapa contoh tarian yaitu:
·                     Barongsai
·                     Yangge
·                     Tari Dunhuang
MUSIK
Alat Musik Tradisional Alat musik tradisional China secara sederhana dapat digolongkan sebagai berikut: Alat musik gesek Erhu = Rebab China, badannya menggunakan kulit ular sebagai membran, menggunakan 2 senar, yang digesek dengan penggesek terbuat dari ekor kuda Gaohu = Sejenis dengan Erhu, hanya dengan nada lebih tinggi Gehu = Alat musik gesek untuk nada rendah, seperti Cello Banhu = Rebab China, dengan badan terbuat dari batok kelapa dengan papan kayu sebagai membrannya Alat musik petik Alat musik ini memiliki banyak senar, cara memainkannya dengan memukul Liuqin = Alat musik petik kecil bentuknya seperti buah pir dengan 4 senar Yangqin = dengan stik bambu sebagai pemukulnya Pipa = Alat musik petik berbentuk buah pir dengan 4 atau 5 senar Ruan = Alat musik petik berbentuk bulat dengan 4 senar Sanxian = Alat musik petik dengan badan terbuat dari kulit ular dan dengan leher panjang, memiliki 3 senar Guzheng = Kecapi yang memiliki 16 - 26 senar Konghou = Harpa China Alat musik tiup Dizi = Suling dengan menggunakan membran getar Suona = Terompet China Sheng = Alat musik yang menggunakan bilah logam dengan tabung-tabung bambu sebagai penghasil suara Xiao = Suling Paixiao = Pipa pen Alat musik pukul ( perkusi ) Paigu = Gendang yang terdiri dari satu set 4 atau lebih. Dagu = Tambur besar. Chazi = Simbal, cengceng. Luo = Gong. Muyu = Kecrek terbuat dari kayu.
SENI
Pakaian bangsa China Sejarah kehadiran kaum China bermula dengan berkembangnya Melaka sebagi pusat perdagangan, diikuti Pulau Pinang dan Kula Lumpur. Kehadiran mereka ini membawa bersama bukan sahaja barangan dagangan untuk tukaran, tetapi jua adat resam, budaya dan corak pakaian tradisional mereka yang kemudiannya disesuaikan dengan suasana tempatan. Busana klasik China yang asalnya berlapis-lapis, sarat dengan sulaman benang emas dan sutera, kini masih boleh dilihat dengan diubahsuai mengikut peredaran masa dan kesesuaian. Jubah Labuh, Cheongsam, Baju Shanghai dan Samfoo kekal dipakai di dalam majlis dan upacara. Kebanyakannya masih dihasilkan dari negeri China menggunakan pabrik sutera dan broked yang berwarna terang dengan ragamhias benang emas dan perak.
Bahasa Bahasa China lisan terdiri daripada sebilangan dialek Cina sepanjang sejarah. Ketika Dinasti Ming, bahasa Mandarin baku dinasionalkan. Sengguhpun begitu, barulah ketika zaman Republik China pada awal abad ke-20 apabila kelihatan apa-apa hasil yang nyata dalam memupuk satu bahasa seragam di China. Pada zaman kuno, bahasa China Klasik menjadi standard penulisan selama beribu-ribu tahun, tetapi banyak terhad kepada golongan sarjana dan cendekiawana. Menjelang abad ke-20, jutaan rakyat, termasuk yang di luar kerabat diraja.
MASAKAN
Hidangan atau masakan yang sering ada saat Imlek adalah Ikan,Ayam,Mi,dan lainnya. Masing masing makanan memiliki makna atau simbolisasi tersendiri.


Perbandingan Budaya Indonesia dan Jepang


1. Apakah perbandingan budaya itu ?
Budaya adalah kristalisasi nilai dan pola hidup yang dianut suatu komunitas. Budaya tiap komunitas tumbuh dan berkembang secara unik, karena perbedaan pola hidup komunitas itu. Perbandingan budaya Jepang dan Indonesia berarti mencari nilai-nilai kesamaan dan perbedaan antara bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Dengan mengenali persamaan dan perbedaan kedua budaya itu, kita akan semakin dapat memahami keanekaragaman pola hidup yang ada, yang akan bermanfaat saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan pihak yang berasal dari budaya yang berbeda.
Kesulitan utama dalam membuat perbandingan budaya antara Indonesia dan Jepang disebabkan perbedaan karakteristik kedua bangsa tersebut. Bangsa Jepang relatif homogen, dan hanya memiliki sekitar 15 bahasa (tidak berarti 15 suku bangsa, karena termasuk didalamnya sign language untuk tuna rungu), dan telah memiliki sejarah yang jauh lebih panjang, sehingga nilai-nilai budaya itu lebih mengkristal. Adapun bangsa Indonesia berciri heterogen, multi etnik, memiliki lebih dari 700 bahasa, sehingga tidak mudah untuk mencari serpih-serpih budaya yang mewakili Indonesia secara nasional[1]. Perlu dipisahkan nilai-nilai mana yang diterima secara nasional di Indonesia, dan mana yang merupakan karakter unik salah satu suku yang ada.
Bahasan dalam makalah ini dibatasi pada perbandingan budaya Indonesia dan Jepang dari segi-segi sbb. : “nama dan tanda tangan”, “cara pemakaian gesture untuk penghormatan kepada yang lebih tua/dihormati”.
2. Tradisi Pemilihan Nama dan Tanda Tangan

2.1 Tradisi penamaan di Jepang
Nama di Jepang terdiri dari dua bagian : family name dan first name. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan (kuyakusho), selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga. Tradisi pemakaian nama keluarga ini berlaku sejak jaman restorasi Meiji, sedangkan di era sebelumnya umumnya masyarakat biasa tidak memiliki nama keluarga. Sejak restorasi meiji, nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Dewasa ini ada sekitar 100 ribu nama keluarga di Jepang, dan diantaranya yang paling populer adalah Satou dan Suzuki. Jika seorang wanita menikah, maka dia akan berganti nama keluarga, mengikuti nama suaminya. Namun demikian, banyak juga wanita karir yang tetap mempertahankan nama keluarganya. Dari survey yang dilakukan pemerintah tahun 1997, sekitar 33% dari responden menginginkan agar walaupun menikah, mereka diizinkan untuk tidak berganti nama keluarga [2]. Hal ini terjadi karena pengaruh struktur masyarakat yang bergeser dari konsep “ie”(家) dalam tradisi keluarga Jepang. Semakin banyak generasi muda yang tinggal di kota besar, sehingga umumnya menjadi keluarga inti (ayah, ibu dan anak), dan tidak ada keharusan seorang wanita setelah menikah kemudian tinggal di rumah keluarga suami. Tradisi di Jepang dalam memilih first name, dengan memperhatikan makna huruf Kanji, dan jumlah stroke, diiringi dengan harapan atau doa bagi kebaikan si anak.
2.2 Tradisi penamaan di Indonesia
Adapun masyarakat di Indonesia tidak semua suku memiliki tradisi nama keluarga. Masyarakat Jawa misalnya, tidak memiliki nama keluarga. Tetapi suku di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi memiliki nama keluarga. Dari nama seseorang, kita dapat memperkirakan dari suku mana dia berasal, agama apa yang dianut dsb. Berikut karakteristik nama tiap suku di Indonesia
§  Suku Jawa (sekitar 45% dari seluruh populasi) : biasanya diawali dengan Su (untuk laki-laki) atau Sri (untuk perempuan), dan memakai vokal “o”. Contoh : Sukarno, Suharto, Susilo, Joko, Anto, Sri Miranti, Sri Ningsih.
§  Suku Sunda(sekitar 14% dari seluruh populasi) : banyak yang memiliki perulangan suku kata. Misalnya Dadang, Titin, Iis, Cecep
§  Suku Batak : beberapa contoh nama marga antara lain Harahap, Nasution.
§  Suku Minahasa : beberapa contoh nama marga antara lain Pinontoan, Ratulangi.
§  Suku Bali : Ketut, Made, Putu, Wayan dsb. Nama ini menunjukkan urutan, bukan merupakan nama keluarga.
Selain nama yang berasal dari tradisi suku, banyak nama yang diambil dari pengaruh agama. Misalnya umat Islam : Abdurrahman Wahid, Abdullah, dsb. Sedangkan umat Katolik biasanya memakai nama baptis : Fransiskus, Bonivasius, Agustinus, dsb.
2.3 Perbandingan kedua tradisi
Persamaan antara kedua tradisi
Baik di Jepang maupun di Indonesia dalam memilih nama (first name) sering memilih kata yang mensimbolkan makna baik, sebagai doa agar si anak kelak baik jalan hidupnya. Khusus di Jepang, banyaknya stroke kanji yang dipakai juga merupakan
salah satu pertimbangan tertentu dalam memilih huruf untuk anak. Umumnya laki-laki di Jepang berakhiran “ro” (
郎), sedangkan perempuan berakhiran “ko” (子)

Perbedaan antara kedua tradisi sbb.
1.       Di Jepang, nama keluarga dimasukkan dalam catatan sipil secara resmi, tetapi di Indonesia nama keluarga ini tidak dicatatkan secara resmi di kantor pemerintahan. Nama family/marga tidak diperkenankan untuk dicantumkan di akta kelahiran
2.      Di Jepang setelah menikah seorang wanita akan berganti nama secara resmi mengikuti nama keluarga suaminya. Sedangkan di Indonesia saat menikah, seorang wanita tidak berganti nama keluarga. Tapi ada juga yang nama keluarga suami dimasukkan di tengah, antara first name dan nama keluarga wanita, sebagaimana di suku Minahasa. Di Indonesia umumnya setelah menikah nama suami dilekatkan di belakang nama istri. Misalnya saja Prio Jatmiko menikah dengan Sri Suwarni, maka istri menjadi Sri Suwarni Jatmiko. Tetapi penambahan ini tidak melewati proses legalisasi/pencatatan resmi di kantor pemerintahan.
3.      Huruf Kanji yang bisa dipakai untuk menyusun nama anak di Jepang dibatasi oleh pemerintah (sekitar 2232 huruf, yang disebut jinmeiyo kanji), sedangkan di Indonesia tidak ada pembatasan resmi untuk memilih kata yang dipakai sebagai nama anak
2.4 Pengalaman unik yang timbul akibat perbedaan budaya
Bagi orang Indonesia yg datang di Jepang, saat registrasi, misalnya membuat KTP sering ditanya mana yang family name, dan mana yang first name. Hampir setiap saat saya harus selalu menjelaskan perbedaan tradisi antara Indonesia dan Jepang, bahwa di Indonesia tidak ada keharusan memiliki family name. Umumnya hal ini dapat difahami dan tidak menimbulkan masalah. Tetapi adakalanya kami harus menentukan satu nama sebagai family name, misalnya saat menulis paper (artikel ilmiah resmi), atau untuk kepentingan pekerjaan. Saat itu saya terpaksa memakai nama “Nugroho” sebagai family name agar tidak mempersulit masalah administrasi. Demikian juga saat anak saya lahir, kami beri nama Kartika Utami Nurhayati. Nama anak saya walaupun panjang tidak ada satu pun yang merupakan nama keluarga. Tetapi saat registrasi, pihak pemerintah Jepang (kuyakusho) meminta saya untuk menetapkan satu nama yang dicatat sebagai keluarga, karena kalau tidak akan sulit dalam pengurusan administrasi asuransi. Akhirnya nama “Nurhayati” yang letaknya paling belakang saya daftarkan sebagai nama keluarga. Bagi orang Jepang hal ini akan terasa aneh, karena dalam keluarga kami tidak ada yang memiliki nama keluarga yang sama.
Masih berkaitan dengan nama, adalah masalah tanda tangan dan inkan (stempel). Di Indonesia dalam berbagai urusan adminstrasi formal sebagai tanda pengesahan, tiap orang membubuhkan tanda tangan. Tanda tangan ini harus konstan. Banyak orang yang memiliki tanda tangan berasal dari inisial nama, tetapi dengan cara penulisan yang unik yang membedakan dengan orang lain yang mungkin memiliki nama sama. Tanda tangan ini juga yang harus dibubuhkan di paspor saat seorang Indonesia akan berangkat ke Jepang. Tetapi begitu tiba di Jepang, tanda tangan yang semula memiliki peran penting, menjadi hilang perananannya. Tanda tangan di Jepang tidak memiliki kekuatan formal. Tradisi masyarakat Jepang dalam membubuhkan tanda tangan adalah dengan memakai inkan (stempel). Biasanya inkan ini bertuliskan nama keluarga. Ada beberapa jenis inkan yang dipakai di Jepang. Antara lain :
1.       “Mitomein” (認印) dipakai untuk keperluan sehari-hari yang tidak terlalu penting, misalnya saat menerima barang kiriman, mengisi aplikasi.
2.      “Jitsuin” (実印) dipakai untuk keperluan penting, seperti membeli rumah, membeli mobil. Inkan tipe ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan.
3.      “Ginkoin” (銀行印) dipakai untuk membuka rekening di bank
“Jitsuin” dan “ginkoin” sangat jarang dipakai dan harus disimpan baik-baik. Karena kalau hilang akan menimbulkan masalah serius dalam bisnis.
Bagi orang asing saat masuk ke Jepang harus membuat inkan. Untuk membuat rekening bank, kita tidak boleh memakai tanda tangan, dan harus memakai inkan. Kecuali yubinkyoku masih membolehkan pemakaian tanda tangan. Karena tidak punya kebiasaan tanda tangan, banyak maka orang Jepang kalau diminta untuk menanda tangan (di paspor misalnya), umumnya mereka menuliskan nama lengkap mereka dalam huruf kanji. Barangkali karena inilah maka kalau saya diminta seorang petugas pengiriman barang, untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bukti terima, dia berkata “tolong tuliskan nama lengkap anda”, padahal itu di kolom signature. Sepertinya untuk mereka, tanda tangan sama dengan menulis nama lengkap.

3. Pemakaian gesture/gerak tubuh untuk memberikan penghormatan dan kasih sayang
Salah satu topik menarik untuk dibahas adalah bagaimana memakai bahasa tubuh untuk mengungkapkan penghormatan. Jepang dan Indonesia memiliki cara berlainan dalam mengekspresikan terima kasih, permintaan maaf, dsb.
Ojigi
Dalam budaya Jepang ojigi adalah cara menghormat dengan membungkukkan badan, misalnya saat mengucapkan terima kasih, permintaan maaf, memberikan ijazah saat wisuda, dsb. Ada dua jenis ojigi : ritsurei (
立礼) dan zarei (座礼). Ritsurei adalah ojigiyang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan. Sedangkan zarei adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk. Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3 : saikeirei (最敬礼), keirei (敬礼), eshaku (会釈). Semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan. Saikeirei adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih. Keirei sekitar 30-45 derajat, sedangkan eshaku sekitar 15-30 derajat. Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam. Adapun dalam budaya Indonesia, tidak dikenal ojigi.
Jabat tangan
Tradisi jabat tangan dilakukan baik di Indonesia maupun di Jepang melambangkan keramahtamahan dan kehangatan. Tetapi di Indonesia kadang jabat tangan ini dilakukan dengan merangkapkan kedua tangan. Jika dilakukan oleh dua orang yang berlainan jenis kelamin, ada kalanya tangan mereka tidak bersentuhan. Letak tangan setelah jabat tangan dilakukan, pun berbeda-beda. Ada sebagian orang yang kemudian meletakkan tangan di dada, ada juga yang diletakkan di dahi, sebagai ungkapan bahwa hal tersebut tidak semata lahiriah, tapi juga dari batin.
Cium tangan
Tradisi cium tangan lazim dilakukan sebagai bentuk penghormatan dari seorang anak kepada orang tua, dari seorang awam kepada tokoh masyarakat/agama, dari seorang murid ke gurunya. Tidak jelas darimana tradisi ini berasal. Tetapi ada dugaan berasal dari pengaruh budaya Arab. Di Eropa lama, dikenal tradisi cium tangan juga, tetapi sebagai penghormatan seorang pria terhadap seorang wanita yang bermartabat sama atau lebih tinggi. Dalam agama Katolik Romawi, cium tangan merupakan tradisi juga yang dilakukan dari seorang umat kepada pimpinannya (Paus, Kardinal). Di Jepang tidak dikenal budaya cium tangan.
Cium pipi
Cium pipi biasa dilakukan di Indonesia saat dua orang sahabat atau saudara bertemu, atau sebagai ungkapan kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya dan sebaliknya. Tradisi ini tidak ditemukan di Jepang.
Sungkem
Tradisi sungkem lazim di kalangan masyarakat Jawa, tapi mungkin tidak lazim di suku lain. Sungkem dilakukan sebagai tanda bakti seorang anak kepada orang tuanya, seorang murid kepada gurunya. Sungkem biasa dilakukan jika seorang anak akan melangsungkan pernikahan, atau saat hari raya Idul Fitri (bagi muslim), sebagai ungkapan permohonan maaf kepada orang tua, dan meminta doa restunya.
Baik budaya Jepang maupun Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam mengekspresikan rasa hormat, rasa maaf. Jabat tangan adalah satu-satunya tradisi yang berlaku baik di Jepang maupun Indonesia. Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat tangan. Hal ini juga kurang tepat dipandang dari tradisi Jepang.
4. Penutup
Perbandingan budaya antara Indonesia dan Jepang bermanfaat untuk mengetahui pola berfikir bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Salah satu kesulitan utamanya adalah perbedaan karakteristik kedua bangsa: bangsa Jepang relatif homogen, sedangkan bangsa Indonesia sangat heterogen. Karenanya, perbandingan akan lebih mudah jika difokuskan pada satu suku bangsa di Indonesia. Misalnya budaya Jepang dengan budaya Jawa Tengah, atau budaya Jepang dengan budaya Sunda. Hal ini menggiring kita pada pertanyaan berikutnya : apakah bangsa Indonesia memiliki budaya nasional ? Ataukah budaya nasional itu tidak lain adalah kumpulan dari warna-warni budaya suku bangsa kita ? Ini merupakan pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, dan menarik untuk dianalisa lebih lanjut.
5. Referensi
2. Osamu Ikeno, The Japanese Mind: Understanding Contemporary Culture, Tuttle Pub., 2002


PRESTASI DAN KEUNGGULAN BANGSA INDONESIA

PRESTASI DAN KEUNGGULAN BANGSA INDONESIA

1.    Potensi Bangsa Indonesia
Benar-benar luar biasa negeri kita Indonesia ini, Negara dengan ribuan pulau, ribuan budaya, ribuan bahasa yang tersebar di negeri ini. Begitu kayanya negeri ini, hingga tidak akan habis kekayaannya meskipun dikeruk  belanda  selama 350 tahun hingga  menjadikan negeri kincir angin itu menjadi sebuah negara terkaya waktu itu.
Orang-orang seluruh dunia tidak akan benar-benar paham siapa sesungguhnya bangsa Indonesia itu. Mereka akan kaget setengah mati bahwa ternyata bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak bisa dikalahkan. Mereka tidak pernah tahu bahwa bangsa Indonesia tidak hanya merupakan bangsa bibit unggul namun lebih dari itu, dari konteks evolusi pemikiran, kebudayaan dan peradaban, bangsa kita adalah bangsa yang berada pada garda terdepan (avant garde nation) yang derap sejarahnya selalu saja berada beberapa langkah di depan bangsa-bangsa lain yang ada di muka bumi.
Sebagai contoh, letak geografis Indonesia sangat strategis sehingga mempunyai SDA (sumber daya alam) yang sangat melimpah mulai dari hasil laut, pertanian, pertambangan, dan lain-lain. Bahkan seandainya hanya menamcapkan tongkat di tanah Indonesia, tongkat itu dapat tumbuh menjadi sebuah pohon. Bukankah itu sebuah anugrah dari Allah Swt., yang harus disyukuri, dikelola dan dijaga kelestariannya dengan baik oleh bangsa Indonesia. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hijr ayat 19, yang artinya, “Dan kami Telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.”
Negeri ini pun memiliki potensi luar biasa dalam menyerap berbagai budaya yang ada di dunia. Kita bisa melihat segala macam model pakaian dan budaya di dunia ada di Indonesia, bangsa Barat pun tidak akan mampu menyerap budaya Indonesia misalnya dengan menggunakan kebaya di jalan-jalan. Namun di indonesia, pakaian dari negeri manapun dipakai disini. Musik apapun ada disini. Orang Barat hanya bisa menyanyikan lagu-lagu Barat, orang Negro juga hanya bisa menyanyikan lagu-lagu Negro, orang Cina hanya bisa menyanyikan lagu-lagu Cina. Orang Arab tidak akan bisa membawakan lagu Negro dan begitu sebaliknya. Tetapi, orang Indonesia mampu melantunkan lagu-lagu Arab, Negro, Barat, Cina, Blues, Rock, apalagi lagu dangdut.
Orang miskin  yang ada di Indonesia pun  jika dilihat masih mampu untuk berbuat sombong dan dengan penuh percaya diri mereka akan mengatakan,“Lho, sudah miskin kokndak boleh sombong. Rugi dua kali dong!”. Orang yang tidak punya saja masih mampu untuk nraktir. Di negara manalagi hal tersebut terjadi jika tidak di Indonesia?
Kita bisa melihat pula ratusan rongsokan motor, sampah elektronik, dan komputer  yang diserahkan kepada orang Indonesia akan kembali berfungsi dan menjadi sesuatu yang baru, dalam waktu tidak kurang dari satu minggu.
Dari sudut kewibawaan, bangsa mana di seluruh dunia yang mampu memiliki wibawa sebagaimana wibawa yang dimiliki bangsa indonesia?. Meskipun itu seorang  profesor di London atau di manapun, mereka  hanya memiliki kepintaran namun tidak mempunyai wibawa. Mereka hanya Pandai secara akademis, namun tidak berani.
Lain halnya dengan Orang Indonesia:  meskipun tidak mempunyai pekerjaaan dan tidak pernah sekolah tapi galaknya setengah mati. Meskipun tidak memiliki uang  namun berani untuk berkali-kali menikah. Namun sayang, justru karena wibawa ini kita menjadi malas untuk melakukan apa saja. Maka munculah istilah Bonek. Bonek tidak hanya ada di Surabaya melainkan di seluruh Indonesia. Semua orang Indonesia ber-bondo nekat. Apakah bukan bonek jika orang berani mencalonkan menjadi anggota DPRD, DPR atau bahkan Walikota, Gubernur, Presiden padahal  dia tidak  memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.
Kita harus mempelajari mengapa fenomena bonek bisa timbul di Indonesia. Apa keistimewaannya dan apa keburukannya. Sebagai sebuah  potensi, bonek tidak bisa dilawan dan karena itulah Surabaya digelari sebagai kota pahlawan.  Mana ada yang berani perang dengan berbekal bambu runcing, jika bukan bonek. Kalau kita melihat secara positif, sesungguhnya bonek adalah bahasa Jawa dari kata tawakkal. Dan kita tahu bahwatawakkal, beserta jihad dan syahid, adalah tiga senjata yang sangat ditakuti di manapun di dunia ini.
Tidak hanya Rakyat Sipil yang memiliki konsep tawakal dan berserah diri. Angkatan Perang kitapun juga memiliki konsep yang tidak jauh hebat. Mereka memiliki konsep rendah hati dan tawakal yang begitu membumi. Bisa dibayangkan untuk melindungi negara yang wilayahnya terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dengan Luas daratan  1.922.570 km² dan perairannya 3.257.483 km, Angkatan Perang kita hanyalah mendapatkan anggaran 3% dari total APBN. Angkatan Perang kita yakin dengan bermodalkan konsep tawakal maka bangsa kita mampu mengalahkan musuh. Ini terbukti sejak 56 tahun yang lalu bahwa bangsa Indonesia mampu mengusir penjajah dari negeri ini dengan hanya bersenjatakan bambu runcing dan parang, bukankah itu hal yang luar biasa.
Ini haruslah dimengerti, mengapa bangsa ini memiliki jumlah unit alutsista yang sedikit dibandingkan wilayah yang harus dilindungi  karena bangsa Indonesa tidak akan pernah memilih suatu sikap sosial yang gemedhe ataupun adigang adigung adiguna. Kita tak akan pernah mau pamer keunggulan atau gagah-gagahan kepada bangsa lain, dan disitulah letak keunggulan budaya kita. Kita tidak akan mencari kepuasan hidup dengan melalui sikap ngendas-ngendasi bangsa lain, seperti yang Amerika Serikat dan Sekutunya lakukan kepada negara-negara di Timur tengah. Karena itulah Departemen yang membidanginya dinamakan Departemen Pertahanan dan bukan Departmen Penyerangan. Kita adalah bangsa yang memiliki kemuliaan batin karena sanggup mempraktekkan budaya andap asor, budaya rendah hati.
Sementara orang-orang di negeri lain begitu serius dan tegang dalam menjalani hidup ini. Orang Indonesia sangat mudah tersenyum, ceria, tidak tegang, dan punya banyak cara untuk menertawakan keadaan, dan hal tersebut di satu sisi sangat menyehatkan jiwa mereka. Karena itulah bangsa Indonesia begitu tabah meskipun banyak musibah yang datang silih berganti.
Semua sifat dan potensi bangsa Indonesia sangatlah positif dalam menyongsong masa depan negeri ini. Potensi bangsa Indonesia sangatlah besar untuk bisa tampil dalam panggung kepemimpinan dunia, asal saja kita mau dan serius dan mau mencari formulasi yang tepat.
Sekali lagi kita simpulkan bahwa orang Indonesia memiliki budaya yang kuat, iman yang kuat, dan tawakkal yang tidak kalah kuat. Namun sayang kurang serius dalam berilmu, namun ini bukan berarti bodoh. Serius dalam berilmu bisa diartikan keinginan untuk mempelajari bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang hebat dan begitu hebatnya, hingga ketika menjadi malaikat pun pintar dan ketika menjadi setan pun menjadi setan yang jagoan. Tak ayal Indonesia ini sebuah negeri yang kontraversial. Di lain pihak akan tampak sebuah negeri yang miskin dan dilanda krisis. Namun, sungguh kita tidak bisa menemukan tingkat kemewahan hidup melebihi di dunia yang melebihi orang-orang Indonesia.
Serius dalam berilmu bisa juga berarti menyadari bahwa hanya bangsa yang besar yang mampu menerima ujian beruntun dan mampu merubah berbagai kejadian yang terjadi untuk menjadi kekuatan dalam rangka bersiap menyambut takdirnya sebagai bangsa pemimpin jagad raya

2.    Keunggulan Bangsa Indonesia
Bangsa ini, menurut Pembukaan UUD 1945 memiliki berbagai keunggulan yang menjadikan bangsa ini berbeda dan unggul dari negara lainnya. Salah satu keunggulan dari warga bangsa ini adalah, masyarakat Indonesia terkenal dengan gotong royong dan musyawarah. Konsep dari gotong royong bukanlah sekedar pada setiap bulan masyarakat yang berkumpul di suatu komunitas, seperti pedesaan melakukan kerja bakti dan menghiasi perkampungannya ketika akan datang hari kemerdekaan Indonesia. Lebih dari itu, konsep gotong royong adalah satu solusi arif untuk memecahkan masalah kebangsaan yang mendera negara ini. Akan tetapi semangat gotong royong dan musyawarah dari tahun ke tahun seperti memudar beriringan dengan kemajuan zaman dan terlibatnya negara ini pada persaingan dunia dalam kerangka globalisasi. Maka mengembalikan semangat gotong royong dan musyawarah ke dalam jiwa setiap insane bangsa ini adalah suatu hal yang penting. Gotong royong dapat menjadi jalan demi mengembalikan jati diri bangsa ini yang semakin tergerus oleh paham-paham liberalisme, hedonisme, dan paham-paham lainnya yang bersifat individualistik.
Negara ini telah banyak didera oleh permasalahan kompleks yang menjadikan bangsa ini terpuruk. Ketika kemiskinan melahirkan anarkisme dan terorisme maka sebenarnya ada yang salah dengan konsep kebangsaan kita sekarang ini. Seharusnya para elit pemerintahan dan orang-orang yang memiliki wewenang di negara seharusnya memiliki kepedulian akan masalah-masalah yang ada di negara ini. Pemerintah dengan masyarakat harus bekerjasama untuk mengembalikan jati diri bangsa ini yang didera krisis dengan cara menumbuhkan kembali rasa gotong royong di antara jiwa warga negara ini. Ketika para elit pemerintahan memiliki kekompakan dan bekerjasama dalam mengatasi masalah kebangsaan, itulah yang dinamakan gotong royong. Sebagaimana yang dianjurkan Allah Swt., dalam surat Asy-Syura’ ayat 38 yang artinya, “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka.”
Bila hal itu dapat dilakukan maka masyarakat dapat melakukan gotong royong dan musyawarah untuk menjadi masyarakat yang demokratis dan luhur, yang memiliki cita-cita tinggi dan prestasi yang dapat dibanggakan di dunia. Maka untuk menumbuhkan dan menggalakkan kembali rasa gotong royong dan musyawarah dalam diri bangsa ini, pemerintah harus memulainya dengan menjalankan program-program yang dapat menumbuhkannya kembali. Hal ini harus dimulai dari tingkatan daerah terlebih dahulu, karena rasa ingin gotong royong akan lebih mudah muncul ketika pemerintah memperhatikan masalah daerahnya terlebih dahulu. Seperti contohnya adalah apa yang telah dilakukan oleh kota Blitar, kota ini mencanangkan apa yang disebut dengan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, yang dicanangkan oleh walikotanya Drs. Djarot Syaiful Hidayat. Bila pemerintahan daerah dapat menjalankan program serupa, maka mengembalikan jati diri bangsa dengan jalan menumbuhkan salah satu keunggulan bangsa ini, yaitu gotong royong dan musyawarah akan dapat terwujud.
Ketika bangsa ini dapat bersatu dalam konsep gotong royong dan musyawarah yang merupakan bagian dari keunggulan bangsa ini, maka bukan tidak mungkin bangsa ini dapat terbebas dari permasalahan kompleks yang telah mendera bangsa ini sekian lamanya, yang menjadi masalahnya adalah apakah bangsa Indonesia bisa sadar seutuhnya akan pentingnya gotong royong dan musyawarah ini? Pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh kita sendiri, dan bila kita menyadarinya maka kita dapat mengembalikan jati diri bangsa ini yang telah tergerus oleh nilai-nilai dan paham-paham yang tidak sesuai bagi bangsa ini.

3.    Prestasi Bangsa Indonesia
Tahun ini indonesia banyak didera bencana (peristiwa-peristiwa tahun 2009), lalu isu-isu politik baik pra pemilu maupun pasca pemilu, sehingga prestasi anak bangsa seakan tak bergaung. Tapi, jangan mudah putus asa dalam menggapai prestasi karena prestasi hanyalah sebuah jalan, seberapa jauh yang dicapai semua tergantung dari seberapa keras usaha yang dilakukan masing-masing orang. Sebagaimana firman Allah Swt., dalam surat Al Ankabut ayat 6 yang artinya, “Dan barang siapa yang berjihad, Maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” Oleh karena itu kita sebagai bangsa Indonesia harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia agar dapat diakui oleh dunia.
Pada makalah ini kami hendak merangkum prestasi yang ditorehkan anak bangsa pada tahun 2009 yang diakui oleh dunia, yaitu :
 Mei
‘Lapangan Hijau’ Juarai YMDA (Yahoo Mobile Developer Award 2009)
Akhirnya Yahoo memilih Rafeequl sebagai pemenang ‘Best Show’ dalam ajang kompetisi developer aplikasi mobile Yahoo Mobile Developer Award (YMDA) 2009 Indonesia, Sabtu 16 Mei 2009.
“Kami berdiskusi dengan sangat alot untuk menentukan pemenang Best Show,” ujar Mathias Kunze, Managing Director Yahoo Mobile Asia Pacific pada acara grand final YMDA di Plaza Senayan Jakarta.
 Juni
Mahasiswa Unikom Juara Kontes Robot Internasional
Tim Robot Indonesia dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di Bandung berhasil meraih juara pertama dan memperoleh medali emas dalam ‘International Robogames’ yang diselenggarakan di San Francisco, Ameriksa Serikat, Ahad (14/6). Tim Indonesia berhasil menyingkirkan lawan-lawan dari negara maju seperti Inggris dan AS.
“Kemenangan Indonesia diperoleh melalui penampilan Robot DU-114 yang meraih waktu tercepat dalam mencari sumber api dan memadamkannya dengan semprotan air secara otomatis. Api diperagakan dengan menggunakan lilin,” ujar Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Dikti Depdiknas, Suryo Hapsoro Tri Utomo saat menjemput kedatangan Tim Robot Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Kamis (18/6)
 Juli
Siswa Indonesia Raih Medali Emas Olimpiade Biologi
Tim Indonesia yang mengikuti Olimpiade Biologi Internasional (IBO) ke-20 pada 12-18 Juli 2009 di Tsukuba, Jepang, berhasil meraih satu medali emas. Departemen Luar Negeri RI melalui siaran pers di Jakarta, Senin (20/1), menyebutkan medali emas itu disumbang Anugerah Erlaut, siswa kelas XII, SMA Kharisma Bangsa, Tangerang.
Dalam olimpiade yang diselenggarakan bertepatan perayaan 200 tahun Charles Darwin dan 150 tahun publikasi The Origin of Spesies itu, tim Indonesia juga meraih satu medali perak dan satu medali perunggu, masing-masing diraih oleh Irfan Haris siswa kelas X, SMAN 1 Pringsewu, Lampung dan Elbert Wijaya siswa kelas XII, SMANK 1 Penabur Jakarta.
Tim Olimpiade Fisika Indonesia Berhasil Pertahankan Emas
Tim Olimpiae Fisika Indonesia (TOFI) berhasil mempertahankan medali emas dalam kejuaraan International Physics Olympiad (IPHO) ke-40 di Merida Yucatan Mexico pada 12-19 Juli 2009.
“Kami tidak menemukan kendala karena soal tahun ini lebih mudah dibandingkan tahun lalu,” ujar peraih medali emas IPHO ke-40 di Meksiko, Fernaldo Richtia Winnerdy, ketika tiba di Bandara Soekarno-Hatta, di Jakarta, Rabu petang.
Gondol Imagine Cup Lagi, ITB Juara Dunia
Satu lagi prestasi Indonesia di kancah internasional! Tim ‘Big Bang’ ITB menjuarai Imagine Cup 2009 yang digelar oleh Microsoft pada final 3 – 7 Juli 2009 lalu di Kairo, Mesir. Tim Brazil dan Kroasia menyusul di tempat kedua dan ketiga dalam laga kategori utama, yaitu desain software.
Suryo Agung Rebut Dua Emas di Vietnam
Pelari jarak pendek asal Jawa Tengah, Suryo Agung Wibowo berhasil meraih dua medali emas pada Kejuaraan Atletik Vietnam Open, 11-12 Juli 2009.
Suryo Agung ketika dihubungi dari Semarang, Selasa, mengatakan, dua emas tersebut didapat dari nomor lari 100 meter dengan catatan waktu 10,38 detik dan 4x100 meter estafet beregu putra dengan catatan waktu 40,43 detik.
Pelari kelahiran Kecamatan Banjarsari Solo tersebut mengakui, dengan catatan waktu tersebut terutama untuk nomor spesialisnya lari 100 meter memang belum mampu mendekati catatan waktu terbaik yang dicatat pada SEA Games 2007 Thailand, yaitu 10.25 detik.
Mahasiswa UI Runner Up Kejuaraan Hukum Asia–Pasifik
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) yang tergabung dalam theInternational Law Moot Court Society (ILMS) meraih juara dua (runner up) dalamInternational Maritime Law Arbitration Moot 2009 yang diselenggarakan di Brisbane, Australia.
Tim FH UI diwakili Titis Lintang Andari (2005), Camelia Simbolon (2005), Bintang Taufiq Hidayanto (2006), Sasha Izni (2007), dan Muhammad Subarkah 2008 dengan pelatih Miranda Anwar, S.H.
 Agustus
Laskar Pelangi Meraih Golden Butterfly Award di Iran
Iran, negeri yang banyak menghasilkan film bermutu dengan bintang anak-anak, terpukau menyaksikan Laskar Pelangi. Film yang disutradarai oleh Riri Riza itu baru saja memenangkan penghargaan The Golden Butterfly Award untuk kategori film terbaik diInternasional Festival of Films for Children and Young Adults di Hamedan, Iran.
Satu Medali Emas, Kado HUT RI
Pebalap sepeda putri Indonesia, Santia Tri Kusuma, meraih medali emas nomorOmnium Kejuaraan Balap Sepeda Asia 2009, Minggu (16/8), sekaligus menghadiahkan kado manis bagi HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. Di lintasan Velodrom Tenggarong, Kalimantan Timur, yang sepi, Santia menyumbang satu emas di tengah persiapan yang terbatas.
Nilai akumulasi Santia di Omnium, yakni 11, mengalahkan dua pesaing utamanya. Mereka adalah Sutharat Bunsarat (Thailand) yang meraih perak dengan 12 angka dan pebalap Taiwan, Hsiao Mei Yu, yang mendapat 15 angka.
Johansen Samsoedin, Wakil RI di International Young Creative Entrepreneur
Desain arsitektur “Paddybox” besutan Johansen Samsoedin memenangi design award 2009 di ajang International Young Creative Entrepreneur. Atas kemenangan ini Johan akan mewakili RI di ajang serupa tingkat dunia di London.
Dalam pengumuman pemenang yang berlangsung di Rasuna Epicentrum Marketing Gallery, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis malam (6/8/2009), Johan dengan desain arsitekturnya itu menyisihkan 9 finalis lainnya yang juga menyajikan desain kreatif yang tak kalah menarik yang memenuhi unsur ramah lingkungan dan bervisi sosial kemasyarakatan.
 Oktober
Paduan Suara Indonesia Raih 3 Emas di Italia
Paduan Suara Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (PSM-IPB), Agria Swara dan Paduan Suara Mahasiswa Perbanas meraih medali emas pada kompetisi paduan suara internasionalyang berlangsung simultan di dua kota Italia, Rimini dan Rival Del Garda, Senin.
Agria Swara, PSM-IPB meraih medali emas dari Presiden Italia setelah merebut juara satu umum dalam grand final Kompetisi Paduan Suara Internasional ke-3 di kota Rimini, kota wisata pantai sekitar 350 km dari Roma.
Counsellor Pensobud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada koresponden Antara London, Selasa mengatakan selain itu Agria Swara meraih medali emas kategori campuran (mixed choir).
 November
Rio Haryanto Rebut Juara Umum Formula BMW Pacific 2009
Rio Haryanto merebut gelar juara umum Formula BMW Pacific 2009. Ia finish kedua pada race kedua di Sirkuit Okayama, Jepang, (1/11).
Akibat hujan, start race kedua dilakukan dengan dipimpin safety car. Rio start dari posisi kedua, sedangkan musuh utamanya dalam perebutan gelar juara umum, Gary Thompson asal Australia, memulai lomba dari tempat ketiga. Posisi pole dihuni pebalap tamu, Facu Regalia asal Spanyol. Ia selama ini mengikuti Formula BMW di kawasan Eropa.
Sebelum race kedua, Rio mendapat poin maksimal 20 dalam race pertama, Sabtu pekan lalu. Kemenangan diraih Regalia, tetapi karena berstatus pebalap tamu, Regalia tidak berhak atas poin maksimal itu. Thompson finish ketiga dalam race pertama dan mendapat poin 15.
Reza Tembus Babak Final Swedish Idol 2009
Reza Ningtyas, 28 th, asal Jakarta berhasil masuk 5 besar finalis Swedish Idol 2009. Penampilan terbaik Reza membawakan New York New York (Liza Minelli, 1977) meledakkanstanding ovation.
Reza, seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Lund, kota kecil berpenduduk 100.000 jiwa dibelahan selatan Swedia, dalam beberapa minggu terakhir menyedot perhatian publik dari media massa Swedia.
 Desember
Pelukis Bocah Indonesia Terima Penghargaan
Direktur Galeri dan Pusat Seni Anak di Torun, Dariusz Delik, menyerahkan piagam dan hadiah untuk Kevin Salim,(10) pemenang festival International Children`s and Youth`s Art bertema “Always Green, Always Blue” di Torun, Polandia.
Ketua Dewan Juri XV International Children`s and Youth`s Art competition menyerahkan hadiah untuk bocah berusia 10 tahun kepada Dubes RI untuk Warsawa, Polandia, Hazairin Pohan yang selanjutnya dikirimkan ke Indonesia, ujar Counsellor Any Muryani kepada koresponden Antara London,Rabu.
 Lain-lain
Sembilan Orang Indonesia menjadi Nominator Asia’s Best Young Entrepreneur 2009
Majalah Business Week menggelar Asia’s Best Young Entrepreneurs 2009 untuk memilih pengusaha-pengusaha muda kreatif di Asia. Walaupun tak menempati urutan pertama, sangat membanggakan bahwa Indonesia memiliki kandidat terbanyak dari 25 orang yang dinominasikan. Indonesia memiliki 9 nominator dan merupakan Negara terbanyak yang masuk dalam nominasi disamping Negara Asia lainnya Singapura (5 nominator), Hongkong (2 nominator), China (2 nominator), Korea Selatan (2 nominator), Thailand (2 nominator), India (1 nominator), Jepang (1 nominator), Taiwan (1 nominator) dan Hong Kong (1 nominator).
Dengan semua potensi, keunggulan dan prestasi bangsa Indonesia di atas, kita patut bersyukur kepada Allah Swt., atas semua anugrah yang telah diberikan kepada bangsa Indonesia, karena kita hanya patut bersyukur kepada Allah Swt.,. Sebagaimana firman Allah Swt., dalam surat An Naml ayat 64 yang artinya, “Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), Kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezki kepadamu dari langit dan bumi? apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)?. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".”

D.      Kesimpulan
Bangsa Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar, diantaranya letak geografis Indonesia yang sangat strategis, sehingga bangsa Indonesia mempunyai SDA (sumber daya alam) yang sangat melimpah. Selain itu, bangsa Indonesia pun mempunyai SDM (sumber daya manusia) yang tak kalah dari bangsa lain, yang sudah terbukti telah memenangkan beberapa kompetisi ditingkat dunia.
Bangsa Indonesia juga mempunyai keunggulan yang tidak kalah hebat dari bangsa lain, bangsa Indonesia mempunyai masyarakat yang sangat peduli akan bangsa Indonesia. Selain itu, masyarakat Indonesia terkenal dengan gotong royong dan musyawarah yang sangat dikagumi oleh bangsa lain, karena negara Indonesia adalah negara demokratis dan bersifat sosialisme yang tidak mementingkan kepentingan pribadi. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus mensyukuri anugrah yang telah diberikan oleh Allah Swt.,






Daftar Pustaka

1.        Dadang Sundawa, dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Pendidikian Kewarganegaraan Edisi 2. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
2.        http://www.geogle.co.id/potensibangsaindoneia.com
3.        http://www.geogle.co.id/abcd.kreatips/keunggulanindonesia.com
4.        http://www.geogle.co.id/prestasibangsaindonesia.com