Sabtu, 08 Oktober 2016

Program Sederhana C


Menentukan Nilai Terkecil


Dibawah ini saya akan mencoba membuat contoh sederhana dari  bahasa pemrograman C.Program yang saya buat sangatlah sederhana dan tidaklah begitu sulit. Programnya adalah menentukan nilai terkecil dari 3 angka yang ditulis, angka yang ditulis itu sesuai dengan kemauan yang akan mencobanya,apakah akan di letakkan nilai pertama,nilai kedua, atau nilai terakhir.
Kodingannya adalah sebagai berikut :


#include <stdlib.h>
#include <stdio.h>

int main ()
{
    int a, b, c;
 
    printf("Masukan nilai a : ",a);
    scanf("%d",&a);
    printf("Masukan nilai b : ",b);
    scanf("%d",&b);
    printf("Masukan nilai c : ",c);
    scanf("%d",&c);
    printf("\n");

if (a<b){
    if (a<c){
          printf("A adalah yang terkecil",a);
    }else{
          printf("C adalah yang terkecil",c);
    }
}else{
    if (b<c){
      printf("B adalah yang terkecil",b);
  }else{
      printf("C adalah yang terkecil",c);
  }
}
    printf("\n");
    system("pause");
    return 0;
}

Dari kodingan tersebut variabel yang digunakan untuk menentukan jumlah angkanya adalah menggunakan huruf a,b dan c.Logika programnya adalah sebagai berikut :
  •   Printf  di gunakan untuk mencetak setiap variabel.
  •   Scanf di gunakan  untuk menangkap masukan dari user.
  •    %d di gunakan untuk membaca tipe bilangan bulat dalam bentuk desimal
  •   \n di gunakan untuk meletakkan garis baru
  •  If di gunakan untuk menyeleksi suatu kondisi
  •   Else di gunakan ketika suatu kondisi tidak terpenuhi
  •   Pause di gunakan untuk menahan layar agar tidak segera hilang
  •   Return di gunakan untuk megembalikan program apabila ingin mengulang pengujian data  kembali

Output dari kodingan tersebut adalah sebagai berikut :

Ini adalah output program dengan menggunakan cmd 


Juga bisa di perjelas seperi di bawah ini



C:\Users\Diana Masrita\Desktop>gcc -o Jawab Jawab.c
C:\Users\Diana Masrita\Desktop>Jawab.exe      
Masukan nilai a : 11
Masukan nilai b : 12
Masukan nilai c : 14

A adalah yang terkecil
Press any key to continue . . .
   

                Jika dimasukkan nilai a=11;b=12;c=14 maka output yang akan keluar adalah “A adalah yang terkecil”  karena dari ketiga data tersebut nilai A lah yang paling terkecil.

Minggu, 31 Juli 2016

Makalah Ilmu Budaya Dasar “Tradisi yang Membuat Hilangnya Sakralitas Lebaran”



Makalah
Ilmu Budaya Dasar
“Tradisi yang Membuat Hilangnya Sakralitas Lebaran”


Disusun Oleh
Diana Masrita (51415857)
Kelas
1IA08

Fakultas Teknologi Industri
Jurusan Teknik Informatika
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Edi Fakhri


Latar Belakang
Lebaran merupakan Hari Raya/ hari kemenangan bagi umat Islam, baik hari raya Idul Fitri maupun hari Raya Idul Adha yang dirayakan setiap tahun atau setiap bulan Syawal setelah sebulan umat Muslim melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.  Momen lebaran merupakan hari yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Karena di hari itu merupakan hari kemenangan bagi umat Islam. Di Indonesia, lebaran di lakukan dengan banyak tradisi, da akan memberi kesan yang menarik.
Namun di saat ini, lebaran tidak lagi sereligi yang diharapkan. Esensi peringatan Hari Raya Idul Fitri kian hari kian pudar dan cenderung jauh dari nilai-nilai keislaman. Tradisi Idul Fitri dirasakan sebatas ungkapan makna semata tanpa nilai semestinya. Beberapa tradisi atau budaya masyarakat sendirilah yang membuat sakralitas lebaran kian meredup tahun demi tahun. Salah satu tradisi yang beberapa tahun terakhir sering dibicarakan adalah Tunjangan Hari Raya.
Rumusan Masalah
Masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini diantaranya
1.      Apa pengertian tunjangan hari raya?
2.      Apa tujuan diberikannya tunjangan hari raya?
3.      Apa dampak tradisi tunjangan hari raya terhadap momen lebaran?
Maksud dan Tujuan
Ditulisnya makalah ini adalah untuk mengetahui maksud dari budaya tunjangan hari raya dan dampak terhadap momen lebaran.





Pengertian Tunjangan Hari Raya
Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan hak pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha/Perusahaan kepada pekerja menjelang Hari Raya Keagamaan yang berupa uang. Hari Raya Keagamaan disini adalah Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang beragama Islam, Hari Raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katholik dan Protestan, Hari Raya Nyepi bagi pekerja bergama Hindu dan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang beragama Buddha.
Dasar Hukum dikeluarkannya peraturan tentang THR adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Buruh/Pekerja di Perusahaan dimana peraturan ini menggantikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER.04/MEN/1994. Yang wajib membayar THR adalah setiap orang yang mempekerjakan orang lain dengan imbalan upah wajib membayar THR, baik itu berbentuk perusahaan, perorangan, yayasan atau perkumpulan. Sedangkan Pekerja yang berhak mendapatkan THR adalah pekerja yang telah mhempunyai masa kerja selama 1 (satu) bulan atau lebih secara terus-menerus. Peraturan ini tidak membedakan status pekerja apakah telah menjadi karyawan tetap, karyawan kontrak atau karyawan paruh waktu.
Tunjangan hari raya (THR) merupakan bentuk apresiasi masyarakat terhadap masyarakat yang lain, dimana setiap orang yang tergabung dalam suatu komunitas mereka diberikan tambahan penghasilan guna dapat memenuhi keperluaan konsumtif dan kebutuhan lainnya selama menjalankan keyakinan ajaran agamanya serta wujud rasa syukur atas nikmat Tuhan sehingga dapat menjalin tali silaturahim dengan keluarganya yang berada di kampung halaman mereka. Pemberian tunjangan hari raya seharusnya tidak dianggap sebagai beban oleh perusahaan/lembaga, karena pegawai sudah memberikan waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan perusahaan, bahkan merekapun rela bekerja sesuai dengan irama yang ditentukan oleh organisasi, mereka telah turut berkontribusi secara riil terhadap proses kemajuan dan tercapainya tujuan organisasi
Pada awalnya THR hanya diperuntukkan pada para pekerja, namun seiring perkembangan zaman THR juga bisa didapat oleh para anak-anak hingga remaja. THR untuk anak-anak ini tentunya tidak sebesar THR pekerja. Bahkan beberapa anak-anak rela berjalan keliling komplek hanya untuk mengunjungi rumah satu per satu demi mendapatkan THR. Tetapi tidak semua rumah yang dikunjungi akan memberikan THR.
Tujuan diberikannya Tunjangan Hari Raya
Pemberian tunjangan hari raya bukan hanya sekedar pemenuhan aspek finansial pada diri pegawai tetapi harus sudah mengarah pada aspek yang lebih dalam lagi. Oleh karena itu pemberian THR akan menjadi beban finansial yang sangat berat bahkan cenderung mengabaikan atau menundanya namun jika dipandang sebagai sharing atas keuntungan organisasi, maka pemberian THR sudah menjadi bagian dari perencanaan sumberdaya manusia yang bersifat integral.
Tunjangan hari raya dapat menjadi perekat antara manajemen dan pegawai dalam kontek hubungan industrial, semakin kuat kepedulian pimpinan terhadap pegawai dapat menjadi indikator semakin baiknya pemahaman beliau terhadap orientansi organisasi. Perencanaan sumberdaya manusia bukan hanya pada aspek kebutuhan dan kompetensi saja tetapi juga harus mengarah pada pemenuhan kebutuhan yang paling mendasar yaitu pemenuhan kebutuhan psikologis dan intrinsik lainnya.
Uang lebaran atau tunjangan hari raya esensinya adalah hadiah. Saling memberi hadiah di kalangan Muslimin memiliki pengaruh besar dalam menumbuhkan rasa cinta, dan menguatkan tali persaudaraan. Sebaliknya, menyepelekan hadiah bisa menyebabkan pengaruh yang kurang baik dan menghilangkan rasa cinta di antara mereka.
Dalam suatu riwayat Rasulullah bersabda, “Berilah hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” HR Bukhari dalam al Adab al Mufrad.
Namun demikian, dalam Islam, setiap pekerjaan harus disertai dengan niat yang baik. Untuk itu, seseorang yang akan memberikan hadiah harus memiliki niat yang tulus, memperkuat hubungan saudara karena Allah, menumbuhkan rasa cinta serta menghapus kedengkian karena Allah, yang semua itu demi meraih keridhaan Allah semata.
Idul Fitri adalah momen yang tepat untuk memberi hadiah dalam rangka memperkuat silaturahim. Saat itu, sangat tepat jika memberi hadiah yang disenangi kepada orang yang selalu menanti-nantinya seperti anak kecil, istri, dan lainnya. Begitu juga dengan orang tua, yang selalu menanti-nanti anaknya di hari Lebaran. Mendahulukan pemberian kepada orang tua yang harus dihormati, sangat dihargai dalam Islam.
Dampak tradisi tunjangan hari raya terhadap momen lebaran
Beberapa tahun terakhir kata THR sangat sering didedangar ketika menjelang lebaran. Bahkan di dunia maya banyak dijumpai lelucon-lelucon yang berhubungan dengan THR. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang yang menunggu lebaran hanya untuk mendapatkan tunjangan hari raya sehingga melupakan makna sesungguhnya dari lebaran.  Khususnya untuk anak-anak yang lebih mengutamakan mencari uang dari “tunjangan” daripada berkumpul bersama keluarga dan merayakan hari kemenangan.
Selain itu THR juga membuar banyak orang menjadi boros. Dapat dilihat setiap menjelang hari Lebaran, tingkat konsumsi masyarakat naik tajam. Seluruh pusat perbelanjaan seperti mal, supermarket, swalayan, serta pasar-pasar dipenuhi pengunjung. Mereka berbelanja barang barang yang sebetulnya diluar kebutuhan pokok. Baju, celana, kue-kue serta barang perabotan lainnya. Mereka seakan tidak peduli berapa biaya yang harus dikeluarkan.
Mungkin bagi kalangan menengah ke atas, hal tersebut bukanlah pengaruh, namun bagi kalangan duafa, kaum miskin, tradisi ini cukup menambah penderitaan. Semangat lebaran kian pudar, digantikan  oleh euforia yang membabi buta. Tingginya biaya menjelang Lebaran dianggap suatu hal yang wajar. Sikap berlebihan menjelang Lebaran, mengalahkan daya berpikir, masjid kian sepi, sedangkan mall supermarket serta swalayan lainnya, kian sesak oleh pengunjung. Bukannya khusyuk saat-saat akhir Ramadhan, malah terjebak dalam hedonisme penyambutan Lebaran itu sendiri. Segala yang baru jadi alasan utama menyambut lebaran.















Kesimpulan
Melaksanakan lebaran pada makna sesungguhnya tidaklah mudah. Perlu peran bagi semua lapisan masyarakat, dibutuhkan kerja keras para ulama dan pemimpin umat serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya untuk menjelaskan hari kemenangan itu sesungguhnya. Dan masyarakat juga seharusnya menyadari tentang makna sesungguhnya lebaran dan menggunakan tunjanga hari raya sebagaimana mestinya. Dan untuk anak-anak yang mendapatkan tunjangan, diharapkan agar orang tua mereka selalu mengingatkan bahwa lebaran bukanlah hanya tentang uang tapi tentang silaturahim antar sesama manusia.



Rabu, 13 Juli 2016

Ilmu budaya dasar - Manusia dan Tanggung Jawab




Manusia dan Tanggung Jawab


Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial. Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama.
Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.
Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu:
a) Kewajiban terbatas
b) Kewajiban tidak terbatas

Pengertian  Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri.

Macam-Macam Tanggung Jawab 

Ada beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :

1.       Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.
2.       Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
3.       Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.
4.       Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya.
5.       Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap
sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.

Pengabdian dan Pengorbanan

Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pegorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjaab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencapai kebutuhan, hal itu berarti mengabdi keapada keluarga.  Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada uhan, dan merupakan perwujudan tanggungjawab kepad Tuhan.
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung keikhalasan yangtidak menganadung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesame kawan sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepaa sesame teman..
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan sja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.


Rabu, 22 Juni 2016

MANUSIA DAN KEADILAN

MANUSIA DAN KEADILAN

ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN KEADILAN


Disusun Oleh :
Diana Masrita (51415857)
Kelas 1IA08

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
ATA 2015/2016
Dosen Pengajar : Edi Fakhri

Pengertian Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar.
( Sumber : Wikipedia )

Makna Keadilan
 Makna Keadilan Menurut beberapa Tokoh adalah sbb:
1. Menurut W.J.S. Poerdaminto, keadilan berarti tidak berat sebelah, sepatutunya, tidak sewenang-wenang. Jadi, dalam pengertian adil termasuk di dalamnya tidak terdapat kesewenang-wenangan. Orang yang bertindak sewenang-wenang berarti bertindak tidak adil
2. Menurut Frans Magnis Suseno dalam bukunya Etika Politik menyatakan bahwa keadilan sebagai suatu keadaan di mana orang dalam situasi yang sama diperlakukan secara sama. 

Satu Contoh Keadilan
Sebagai contoh misalnya seorang maling biji coklat yang hanya mencuri mungkin cuma sekali dan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena masalah ekonomi dan kesenjanagan sosial yang di hadapinya harus merasakan hukuman yang berat atau kurungan walaupun hanya 3-5 bulan tetapi rasanya tidak adil sekali ketika kita melihat seorang mafia kasus seperti gayus tambunan yang kasusnya berat dan banyak merugikan masyarakat terutama masyarakat menengah kebawah,dia memang sama juga seperti maling biji coklat sama-sama mendapat hukuman tetapi apakah proses yang dilakukan terhadap si maling dan gayus itu melaui proses yang sama?tentu tidak,mungkin karena kasus gayus tersebut merugikan negara hingga triliunan jadi harus memalui proses-proses terlebih dahulu,tetapi hukuman yang didapatkannya tidak setimpal dengan apa yang dilakukannya terhadapa negara sedangkan si maling biji coklat dia harus menerima resiko hukuman yang berat juga walaupun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,apakah anda menyadari kalau seorang gayus melaukan korupsi untuk kebutuhan hidup juga seperti si maling biji coklat?tentu kitabisa menilainya sendiri.
Kesimpulannya dalam contoh kasus keadilan ini masih banyak sikap tebang pilih dalam prakteknya tidak seperti apa yang dibicarakan oleh mereka yang duduk di gedung DPR dan MPR sana yang selalu sibuk merevisi undang-undang hukum tetapu percuma saja bila sistem yang ada tidak berjalan sesuai apa yang telah direncanakan.

Satu Sila dalam Pancasila yang Ada Hubungannya dengan Keadilan
Keadilan merupakan sila kelima dari pancasila yang berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia." Para pemimpin membuat perumusan pancasila dengan berbagai uraian, seperti dari Bung Hatta dalam uraiannya mengenai sila "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", menulis sebagai berikut "Keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur." Selanjutnya diuraikan bahwa para pemimpin Indonesia yang menyusun UUD 45 percaya bahwa cita-cita keadilan sosial dalam bidang ekonomi ialah dapat mencapai kemakmuran yang merata.

5 Wujud Keadilan Sosial yang Diperinci dalam Perbuatan dan Sikap
1.    Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial tersebut, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yaitu : Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2.    Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3.    Sikap suka memberikan pertolongan kepada orang yang memerlukan.
4.    Sikap suka bekerja keras.
5.    Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

8 Jalur Pemerataan yang Merupakan Asas Keadilan Sosial
Dalam keadilan juga terdapat 8 jalur pemerataan yang merupakan asas keadilan sosial :1.Pemerataan kebutuhan pokok baik sandang, pangan dan papan.2.Pemerataan pembagian pendapatan.3.Pemerataan kesempatan kerja.4.Pemerataan kesempatan berpendapat.5.Pemerataan berpartisipasi dalam suatu pembangunan.6.Pemerataan kesempatan berusaha.7.Pemerataan memperoleh pendidikan.8.Pemerataan memperoleh kesehatan.

Macam - Macam Keadilan
Ada Berbagai macam keadilan yang didefinisikan berlainan antara lain :

A. Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan clan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat clan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara balkmenurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya.Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian. Misalnya, seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, atau seorang petugas pertanian mencampuri urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacauan.

B. Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Budi bekerja selama 30 hari sedangkan Doni bekerja 15 hari. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Budi menerima Rp.100.000,- maka Doni harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil dan melenceng dari asas keadilan.

C. Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.Ada beberapa pendapat yg lain dari para ahli filsafat . seperti di bawah ini : - Menurut Socrates , keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. - Menurut Kong Hu Cu Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati. Dari beberapa pendapat terbentuklah pendapat yg umum, yg di katakan ” Keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.”.

BERBAGAI MACAM KEADILAN
 Macam-macam Keadilan :
1.  Keadilan legal atau keadilan moral2. Keadilan distributive3. Keadilan komutatif

KEJUJURAN
 Pengertian Kejujuran
       Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir malalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.      Seseorang yang tidak menepati niatnya berarti mendustai diri sendiri. Apabila niat telah terlahir dalam kata-kata, padahal tidak ditepati, maka kebohongannya disaksikan orang lain.       Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan mununtut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberaniaan dan ketentranian Kati, serta menyucikan lagi pula membuat luhumya budi pekerti. Seseorang mu’tahil dapat memeluk agama dengan sempuma, apabila lidahnya tidak suci. Teguhlah pada kebenaran, sekalipun kejujuran dapat merugikanmu, serta jangan pula berdusta, walaupun dustamu dapat menguntungkanmu.
Contoh sikap kejujuran dalam sehari-hari :
Jujur dengan Allah SWT  : Jujur kepada Allah SWT dengan bertaubat .  Bertaubat harus dengan keyakinan lalu diterapkan dalam perbuatan tulus tanpa paksaan dan niat yang kuat untuk tidak mengguangi kesalahan .
Jujur dengan diri sediri : Munafik adalah keadaan dimana orang membohongi dirinya sendiri . Sikap munafik termasuk sikap yang dibenci Allah SWT dan berdampak negatif terhadap diri kita sendiri . Misalnya : Berusaha tidak menyontek pada saat ujian , agar hasil yang didapat benar-benar hasil usaha sendiri .
Jujur dengan orang lain : Dalam setiap hubungan atau dalam pekerjaan kita harus jujur karena dengan sikap jujur kita akan lebih dipercaya oleh orang lain .  Misalnya : Ketika kita melalukan kesalahan berani untuk mengakuinya kesalahan tersebut .

KECURANGAN
Pengertian Kecurangan
       Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atad tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
      Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak senang bila ada yang melebihi kekayaannya. Padahal agama apapun tidak membenarkan orang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih lagi mengumpulkan harta denganjalan curang. Hal semacam itu dalam istilah agama tidak diridhoi Tuhan.


Contoh kecurangan :
Salah satu kecurangan yang sering terjadi adalah korupsi . Banyak kasus korupsi yang terjadi saat ini . Korupsi diakibatkan karena mempunyai rasa ketidak puasaan terhadap hasil yang didapat makanya terjadi korupsi agar hasil yang mereka dapatkan sesuai dengan yang diinginkan dengan cara yang tidak benar atau curang .

PEMULIHAN NAMA BAIK
 Pengertian Nama Baik
      Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika is menjadi teladan bgai orang/tetangga disekitamya adalah suatu kebanggaan batin yang tak temilai harganya.

 Hakekat Pemulihan Nama Baik
     Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
a)  Manusia menurut sifat dasamya adalah mahluk moral
b) Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang hams dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak.

PEMBALASAN

-Pengertian Pembalasan
    Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. reaksi itu dapat berupa perbuatan yang senipa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa ‘Khan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka.

-Penyebab Pembalasan
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang beisahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, menusia adalah mahluk moral dan mahiuk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah pebuatan yang melanggar atau mempeikosa hak dan kewajiban manusia lain.
Oleh karena tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.





  KESIMPULAN

1.      Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Dengan kata lain keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
2.      Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati    nuraninya.
3.      Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada.
4.      Pemulihan nama baik, nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik.

5.      Pemidanaan merupakan pembalasan atas kesalahan yang telah dilakukan. Pembalasan terjadi karena adanya sesuatu kesalahpahaman atau tindakan yang seharusnya tidak dilakukan, maka antara satu kubu dengan kubu yang lain menimbulkan rasa dendam yang sama dengan perlakuan yang sejenis.